Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012
Tidak ada perasaan yang bisa disebut sebagai cinta, jika ia tidak dibuktikan dalam penghormatan. Jika dia tidak menghormatimu, maka apa pun yang dikatakannya bukanlah cinta, tapi jalan dan cara penipuan. Maka kecewa dan sakit hatilah sebentar, lalu segera tegarkan dan siapkanlah dirimu bagi cinta yang baru dan yang lebih jujur. Sabarlah. Tuhan mengetahui kepedihan hatimu, bahkan jauh sebelum rasa sakit itu mulai menyayat. Dan Tuhanlah yang menetapkan bahwa keindahan masa depanmu hanya sesuai dengan keindahan hati dan dirimu. Cinta adalah pemulia jiwa yang tegas memelihara kebaikan dirinya
Seorang pria yang dicintai oleh wanita adalah dia yang tidak harus tampan tapi cerdas, terdidik dan berwawasan luas, bersudut-pandang senior, berwibawa, berkemampuan besar untuk menghasilkan uang, berpengaruh dan dihormati secara luas, DAN menyerahkan keberhasilan, penghasilan dan harta kepada wanitanya, manja, menurut saat dibantu tampil hebat, lengket dan selalu kangen walau dekat. Pria yang baik adalah hadiah Tuhan untuk wanita yang baik.
Keindahan adalah kekuatan, ketulusan hati adalah pemurninya, senyum adalah jalannya, nasehat adalah kekayaannya, persahabatan adalah dunianya, dan cinta adalah alamnya. Tuhan menghubungkan diri-Nya dengan setiap jiwa, melalui sentuhan yang menggetarkan hati. Maka jika jiwamu bergetar karena sebuah keindahan, baik itu dari kalimat atau keadaan, sujudkanlah hatimu, karena sesungguhnya engkau sedang berada dalam kehadiran Tuhan yang sedang menyentuh dan menuntun hatimu menuju pengertian yang membebaskanmu dari keraguan dan ketakutanmu. Engkau terhubung sangat dekat dengan Tuhanmu. Semua yang kau minta telah didengar dan diangguki-Nya, sekarang tinggal engkau yang memantaskan diri bagi jawaban indah dari-Nya.
Ketulusan cinta sesorang dapat dinilai dari kesediaannya untuk mendengarkan. Dia pendengar yang baik, bukan karena tidak ada yang bisa dikatakannya. Dia mendengarkan dengan baik, karena keinginannya untuk membahagiakan jiwa yang dicintainya itu, lebih besar daripada kesenangan yang mungkin bisa didapatnya dari membisingkan dunia dengan kata-kata yang belum tentu membahagiakan kecintaan hatinya. Pendengar yang baik adalah pengomel yang didiamkan oleh cinta.
Tidak ada perasaan yang bisa disebut sebagai cinta, jika ia tidak dibuktikan dalam penghormatan. Jika dia tidak menghormatimu, maka apa pun yang dikatakannya bukanlah cinta, tapi jalan dan cara penipuan. Maka kecewa dan sakit hatilah sebentar, lalu segera tegarkan dan siapkanlah dirimu bagi cinta yang baru dan yang lebih jujur. Sabarlah. Tuhan mengetahui kepedihan hatimu, bahkan jauh sebelum rasa sakit itu mulai menyayat. Dan Tuhanlah yang menetapkan bahwa keindahan masa depanmu hanya sesuai dengan keindahan hati dan dirimu. Cinta adalah pemulia jiwa yang tegas memelihara kebaikan dirinya.